Home / Story / Tarian Barongsai dan Makhluk Penolong Raja

Tarian Barongsai dan Makhluk Penolong Raja

tarian barongsai
Choo Yut Shing/flickr.com

Di setiap peringatan Imlek atau juga dikenal sebagai Tahun Baru Cina ataupun Cap Go Meh, kehadiran tarian barongsai menjadi hiburan yang banyak ditunggu-tunggu kehadirannya. Tarian tradisional Cina yang menggunakan kostum seperti singa dan berwarna-warni ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Tarian Barongsai memulai keberadaannya pada masa Dinasti Chin yang berkuasa sekitar abad ke tiga sebelum masehi di daratan Cina. Tarian ini sebenarnya punya hubungan erat dengan kisah mitologi yang berkembang pada masa DInasti Tang (618 – 906). Dikisahkan adanya seorang raja yang bermimpi bersua dengan makhluk yang menyelamatkannya. Dan setelah sang Raja berkonsultasi dengan salah seorang menterinya mengenai makhluk itu, dikatakanlah bahwa makhluk itu adalah singa yang hadir dari daerah barat, yang pada waktu itu digambarkan sebagai daerah India. Maka sejak saat itulah sang Raja mendaulat untuk membuat replika singa yang sudah menyelamatkannya dan sejak itu pula dianggap sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

tarian barongsai
Dave Sutherland/flickr.com

Lalu, popularitas kesenian tarian singa ini dipercaya dimulai pada jaman Selatan-Utara sekitar tahun 420 – 589 Masehi. Pada waktu itu seorang panglima perang dari raja Song Wen Di membuat tiruan boneka singa untuk mengusir musuhnya. Hingga kini orang Cina sendiri menggunakan tarian barongsai sebagai simbol pembawa kesuksesan dan keberuntungan. Tak sekedar tampil pada acara-acara perayaan hari besar, tapi juga seremoni seperti pembukaan toko tempat usaha dan lainnya. Dalam ilmu Feng Shui sendiri, keberadaannya mempunyai beberapa kandungan arti yaitu, meghilangkan energi negatif, mengusir roh halus jahat, dan membawa keberuntungan.

Tarian Barongsai biasanya tampil dengan iringan tabuhan kendang dan genderang, termasuk simbal dan alat-alat musik khas Cina lainnya. Kostum berbentuk kepala singa berukuran besar dengan taring besar dan mata melotot sekilas berkesan menyeramkan. Tapi dengan adanya unsur hiasan dan warna-warni hal itu menjadi terlihat indah sebagai bagian dari seni. Tarian singa ini juga memilki dua jenis utama, yaitu Singa Utara yang bersurai ikal dan berkaki empat, dan Singa Selatan yang bersisik dengan jumlah kaki bervariasi, serta kepala dilengkapi tanduk.

Di Indonesia sendiri, belum dapat dipastikan kapan tepatnya kesenian ini mulai masuk ke tanah air. Ada spekulasi bahwa perkembangan tarian Barongsai mulai ada di masa kolonial, dimana warga Cina masuk dalam kategori penduduk Hindia Belanda golongan Timur Asing. Di masa ini pula barongsai menjadi bagian kegiatan klenteng di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.** MIND

Check Also

pesta perayaan

Pesta Paling Gila Sepanjang Sejarah Manusia

Sebuah pesta perayaan umumnya digelar dalam rangka menyambut sukacita atau memperingati hal-hal tertentu. Di sebuah pesta, …