Home / Story / Sepatu Doc Martens, Identitas Kaum Pekerja

Sepatu Doc Martens, Identitas Kaum Pekerja

Sepatu Doc Martens tentu bukan hal yang asing lagi di bagi sebagian besar orang di dunia terutama kaum adam. Ya, Doc Martens adalah sepatu boots yang sempat populer di Indonesia dalam rentang waktu yang cukup lama. Dan rupanya, sepatu dengan nama asli Dr. Martens Boots ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam proses pembuatannya.

sepatu doc martens
pixabay.com

Banyak orang keliru dengan pemahaman bahwa sepatu Doc Martens merupakan produk sepatu yang berasal dari Inggris. Adalah Dr. Klaus Martens, seorang dokter tentara Jerman di era perang dunia II yang menciptakan sepatu ini. Di tahun 1945, Dr. Klaus terkena cedera saat bermain ski di kawasan pegunungan wilayah Bavaria, Jerman. Sepatu boots tentara yang ia miliki saat itu sangat tidak nyaman untuk dikenakan dengan kondisi kakinya yang cedera.

Ketika sedang dalam proses pemulihan cedera yang dideritanya, Dr. Klaus berniat untuk melakukan sedikit modifikasi terhadap sepatu boots tentara miliknya. Hal ini ia lakukan dengan memberikan lapisan kulit yang lebih lembut dan sol yang lebih empuk dilengkapi dengan bantalan udara.

Di kemudian hari, Dr. Klaus merealisasikan hasil inovasinya tersebut untuk dijual secara massal. Ia bertemu dengan seorang kawan lama, Herbert Funck di tahun 1947. Keduanya sepakat untuk menjalankan bisnis sepatu boots tersebut setelah melakukan sejumlah perbaikan, antara lain menambahkan bahan karet bekas yang sudah tak terpakai dari lapangan terbang Luftwaffe, Jerman.

Penjualan mulai meningkat di tahun 1952. Tujuh tahun berselang atau lebih tepatnya di tahun 1959, hak paten dari sepatu rakitan Dr. Klaus dan Funck dibeli oleh sebuah perusahaan asal Inggris bernama Griggs Group untuk kemudian diproduksi di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Dengan sedikit sentuhan akhir, menambahkan pola jahitan berwarna kuning dan trademark di bagian sol bertuliskan AirWair, sepatu Doc Martens (nomor serial 1460) resmi dipasarkan untuk pertama kalinya di Inggris pada 1 April 1960.

Sepatu Doc Martens produksi Griggs mendapat sambutan yang sangat positif di Inggris, sehingga banyak digunakan petugas kantor pos dan pekerja pabrik saat bertugas. Banyaknya kaum pekerja yang mengenakan Doc Martens saat itu melahirkan sebuah stigma; Doc Martens boots sebagai simbol identitas working class (kaum pekerja).

Di akhir era 60-an, sepatu sang dokter banyak digunakan oleh komunitas motor vespa dan kaum Skinhead di Inggris. Skinhead adalah sebuah way of life kaum pekerja dengan ciri khas mencukur habis rambutnya (plontos), mengenakan sepatu Doc Martens dan memiliki proud yang tinggi akan sebuah nilai – nilai. Skinhead sendiri cukup memberi andil bagi munculnya stigma baru pada Doc Martens boots; sebagai simbol kebebasan, perlawanan dan anti militer.

Sepuluh tahun berselang, bukan hanya kaum pekerja dan Skinhead saja yang menggunakan Doc Martens. Sejumlah musisi Punk Rock, Ska, Psychobilles, Hardcore, Straight edge dan lain – lain juga mengenakan sepatu ciptaan Dr. Klaus sebagai ekspresi kebebasan. Hingga pada akhirnya di tahun 90-an sepatu Doc Martens menjelma menjadi trend yang digandrungi oleh setiap orang di seluruh dunia. Meski saat ini pamornya meredup seiring berjalannya waktu, boots sang dokter telah menancapkan solnya dan menjadi legenda di seantero dunia.

Check Also

pesta perayaan

Pesta Paling Gila Sepanjang Sejarah Manusia

Sebuah pesta perayaan umumnya digelar dalam rangka menyambut sukacita atau memperingati hal-hal tertentu. Di sebuah pesta, …