Home / Story / Angka Nol Sudah Digunakan Sejak tahun 224-383

Angka Nol Sudah Digunakan Sejak tahun 224-383

Sejarah angka nol, sebagai angka yang mewakili ketiadaan juga membuka ruang bagi perkembangan ilmu pengetahuan seperti aljabar, kalkulus, dan ilmu komputer. Bilangan nol memang sebelumnya diketahui berasal dari India.

sejarah angka nol

Namun baru-baru ini, peneliti dari University of Oxford berhasil mengindetifikasikan rujukan tertua mengenai penggunaan sejarah angka nol dari India. Bahkawasannya, cikal bakal angka nol sebagai angka yang bisa berdiri sendiri berakar dari manuskrip Bekhshali.

Di mana, disebut manuskrip Bakhshali yang terdiri dari 70 daun kulit pohon birch itu mengandung ratusan angka nol dalam bentuk titik.

“(Manuskrip Bakhshali) adalah benih dari mana konsep nol sebagai angka dalam haknya sendiri muncul beberapa abad kemudian, sesuatu yang dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu momen besar dalam sejarah matematika,” kata Profesor Matematika University of Oxford, Marcus du Sautoy, seperti dikutip dari Live Science.

Saat meneliti manuskrip tersebut, para peneliti menemukan bahwa manuskrip Bekhshali terdiri dari sejumlah teks dengan usia yang berbeda-beda. Bagian yang paling tua tercatat berasal dari tahun 224-383, sedangkan dua bagian lain berasal dari tahun 680-779 dan 885-993.

Manuskrip ini pertama kali ditemukan oleh seorang petani saat menggarap ladangnya pada 1881 di Desa Bakhshali, dekat Peshawar, sebuah tempat yang kini menjadi wilayah Pakistan, dan disimpan sebagai koleksi perpustakaan Bodleian milik Oxford sejak tahun 1902.

Angka Nol dalam Suku Kuno
Namun, sebelum akhirnya para peneliti Oxford ikut meneliti, para peneliti dari Jepang telah menyimpulkan lebih dahulu, bahwa manuskrip Bekhshali berasal antara abad ke-8 hingga ke-12. Kesimpulan itu didasarkan pada gaya penulisan dan penggunaan bahasa.

Selain India, sebenarnya, kebudayaan lain juga punya simbol tersendiri untuk mengindentifikasi nol. Suku Maya, misalnya, menggunakan simbol tempurung, sedangkan orang Babilonia menggunakan biji ganda untuk menggambarkan nol dalam angka yang lebih besar seperti, 101.

Kembali pada manuskrip Bekhsali, menurut salah satu peneliti, Camillo Formigatti, seorang pustakawan Sanskerta di Perpustakaan Bodleian, mengatakan, ada kemungkinan manuskrip Bakhshali terdiri dari lebih dari satu teks. Maka dari itu, dia berharap penelitian lebih lanjut bisa dilakukan untuk lebih memahami apa isi manuskrip. **

Check Also

kostum seram halloween

Kostum Seram Dibalik Sejarah Panjang Halloween

Kostum seram halloween ternyata memiliki sejarah panjang seperti perayaannya itu sendiri. Halloween atau Hallowe’en merupakan akronim dari All …