Home / Sport & Hobby / LFL, Olahraga Keras penuh Aroma Seksi

LFL, Olahraga Keras penuh Aroma Seksi

Olahraga seksi penuh kontroversi begitu lekat saat kemunculan perdananya menjadi pesaing dari American Football vesi pria. Atmosfir tanding yang sama tapi dengan kemasan yang berbeda.

Olahraga Seksi
Chris Phutully/wikimedia

Keterlibatan wanita untuk sebuah pertandingan telah lama hadir sebagai olahraga yang didominasi oleh pria. Pada dasarnya hal ini bukan masalah yang harus diperdebatkan, Namun kemunculan awalnyalah yang menjadikan olahraga tersebut menjadi topik perbincangan hangat penuh kontroversi.

Dibentuk pada tahun 2009, Legend Football League memiliki nama Lingerie football League. Dan seperti namanya, penonton akan dihadapkan pada dua tim wanita yang menggunakan pakaian seksi dan minim saat bertanding.

Olahraga Seksi
Chris Phutully/wikimedia

Sebuah konsep yang tentu akan menarik perhatian kaum adam saat menyaksikannya. Menjadikan fokus utama tidak hanya proses berjalannya kompetisi tapi tampilan visual dari para atletnya yang begitu menggoda.

Kritikus yang melihat olahraga seksi ini sangat merendahkan kaum wanita. Bahkan diawal-awal tahun kemunculannya, sempat terdengar berita bahwa terkait pakaian yang dikenal merupakan persyaratan wajib yang tidak bisa diganggu gugat. Bahkan dapat dikenakan denda untuk pemainnya jike mengenakan pakaian lebih dari yang dianjurkan.

Hal lain juga mendasari ketidakadilan dari pakaian seksi yang dikenakan adalah alat proteksi tubuh yang tidak selengkap atlet pria. Sehingga potensi dari cedera pada atletnya cenderung tinggi. Walau pada akhirnya untuk memperbaiki kondisi tersebut, pada tahun 2014 pihak organisasi semakin ketat dalam menambahkan sekaligus memperbaiki kualitas alat proteksi tubuh yang lebih baik.

Tapi untuk tampilannya sendiri. Apa yang diperlihatkan memiliki pendapat beragam dari para atletnya. Elizabet Govick dari tim Minnesota Valkyrie mengungkapkan bahwa pakaian yang dikenakannya tidak berbeda jauh dengan kostum saat ia berlari dan juga membandingkannya dengan pemain voli pantai yang tidak berbeda jauh.

Dan untuk menguatkan anggapan dari Elizabeth, Adrian Purnell dari tim Jacksonville Breeze menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan dan menganggap bahwa hal tersebut hanya sebuah strategi pemasaran saja.

Tapi bukan berarti tanpa harapan, apa yang ditampilkan saat ini. Diharapkan akan ada perubahan sedikit demi sedikit. Diungkapkan oleh Liz Gorman, rekan satu tim dari Adrian bahwa perkembangan dari Legends Football League diharapkan semakin baik, dengan melihat bagaimana olahraga basket untuk wanita dengan organisasi WNBA yang berkembang positif.

“Dulu basket menganjurkan atlet wanitanya menggunakan rok, tapi kini sudah mulai berubah. Maka dari itu, bukan tidak mungkin kedepannya olahraga ini akan mengalami evolusi yang sama nantinya,”ujar Liz.**(DD)

_______________________

FOLLOW US  facebook1  twitter1  instagram2

Check Also

kejayaan liga italia

Mengenang Kejayaan Serie A Italia era 90an

Kejayaan Liga Italia di era 90an menyimpan banyak cerita. Rasanya hanya generasi yang besar di …