Home / Sport & Hobby / Mengenang Kejayaan Serie A Italia era 90an

Mengenang Kejayaan Serie A Italia era 90an

Kejayaan Liga Italia di era 90an menyimpan banyak cerita. Rasanya hanya generasi yang besar di masa-masa tersebut yang paham, bahwa selain menjadi rumah bagi perubahan zaman, negeri pizza juga pernah ditahbiskan sebagai kiblat sepakbola dunia sebelum invasi Liga Inggris dan Liga Spanyol.

kejayaan liga italia
erik forsberg

Tentu saja, kejayaan Liga Italia yang juga disebut Lega Calcio Serie A itu seolah memberi sentuhan magis maha dahsyat seantero jagat, termasuk bagi negeri kita Indonesia. Masih ingat dengan nama Bung Rayana Djakasurya atau Andi Darussalam? Merekalah dua komentator tanah air yang selalu setia menemani kita saat membawakan siaran langsung pertandingan Serie A kala itu.

Imbasnya, Serie A semakin dicintai masyarakat Indonesia, dan tifosinya banyak tersebar di berbagai penjuru. Mereka menjadi tifosi klub-klub besar di liga ini yang tergabung dalam Il sette magnifico atau Seven magnificents yang berarti ‘tujuh kekuatan yang luar biasa’. Antara lain Juventus, AC Milan, Inter Milan, SS Lazio, AS Roma, Fiorentina dan Parma.

Kondisi keuangan klub yang stabil, para pelatih beken dan klub Italia yang mendominasi kancah Eropa macam Piala Uefa (sekarang Liga Europa) serta Liga Champions semakin mengukuhkan kejayaan Liga Italia. Seperti yang telah disebutkan di atas, Italia adalah kiblat bagi sepakbola dari berbagai penjuru.

kejayaan liga italia
wiki

Sebelum media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram eksis seperti sekarang, surat kabar dan televisi menjadi sarana informasi utama bagi masyarakat Indonesia. Dari dua media itulah penyebaran virus Serie A semakin ‘mewabah’, disertai pemberitaan tiada henti. Di sisi lain, biaya siaran Serie A masih terbilang ringan bagi media-media di Indonesia. Perpaduan media dan Liga Italia Serie A dinilai sebagai kombinasi sempurna di kalangan penikmat sepakbola Italia era 90an.

Gemerlapnya Serie A membuat para bintang dunia pada masa itu tergoda untuk merumput di Italia. Negeri pizza tersebut dijadikan destinasi utama para pemain agar diakui sebagai pesepakbola papan atas. Sebut saja nama-nama seperti Zinedine Zidane, Karel Poborsky, Olivier Bierhoff, Andriy Shevchenko, David Trezeguet, Hernan Crespo, Ronaldo hingga Rui Costa. Mereka pernah menikmati kejayaan Liga Italia.

Berkat kehadiran para pemain asing seperti mereka, prestasi beberapa klub Serie A meroket bahkan mendominasi ajang Liga Champions. Hal ini terbukti sejak periode 1989-2007 (18 tahun), klub Italia mencapai fase final sebanyak 11 kali. Dengan dominasi AC Milan (Tujuh piala Liga Champions sejauh ini), menjadikannya klub yang bertitel Liga Champions terbanyak di Italia.

Dari seluruh fakta di atas, rasanya wajar apabila para pecinta sepakbola Eropa tanah air punya berjuta kenangan indah terkait kejayaan Liga Italia di masa lalu. Atau bahkan Anda sangat merindukan Serie A, yang kini tersisihkan oleh hingar bingar Barclays Premier League dan La Liga?**GP

Check Also

Erik Drost

Pemain NBA Termahal dari Oklahoma City Thunder

Pemain NBA termahal mungkin Anda kenal LeBron James yang mengantongi Rp 402 Miliar setelah memperpanjang …